Senin, 06 Mei 2013

experiences of "MY" world work.

lagi ngeweb sambil makan mie goreng nih. mau gak? gak ada yang punya nyali kan buat nolak kelezatan mie instan. bo'ong banget kalo gak pernah makan mie, iya kan? nafsunya pasti meningkat kalo digoda-goda mie ini? bener kan? oke- SKIP

jadi gini, sekiranya dua hari lalu ada somepeople wrong (preman \m/) yang mau nebus resep. tapi sih katanya resepnya entah ilang entah ketinggalan. yang pasti beliau ingin beli obat yang mereknya "sipilis". setau gue sipilis itu semacam penyakit yang super dooper membahayakan nan menjijikan. siapapun yang terkena penyakit itu juga bisa jadi bahan kucilan. mau sampai ada keajaiban gue jenggotan pun dicari di literatur indeks obat gak akan ada obat yang mereknya sipilis. sudah saya jelaskan, obat bernama dagang ini, berisi bahan demikianpun tidak ada. penjelasan pertama beliau mengerti. melangkah menjauh dari perbincangan kita. lirik-lirik jahat gue melipir. negatif thingking mulai merebak di seisi pikiran ini. dia (preman) itu berjalan tergopoh-gopoh, (maaf) ngangkang, raut wajahnya pun menyiratkan kalau beliau sedang terlena dalam luka yang amat menyakitkan. iyaah lebay. tadi saat perbincangan. sungguh banget, mulutnya itu bau sekali alkohol. apa perlu gue maklumi? iya juga sih, dari preformance stylenya memang orang yang kaya gini gak jauh-jauh dari barang haram (alkohol, narkoba, dll).


self-awareness

perlu kamu sadari bahwa hidup tidak selalu tentang cinta seorang kekasih pada kekasihnya. tidak selalu tentang kesedihan ketika seorang kekasih disakiti oleh kekasihnya. tidak selalu tentang moment-moment membahagiakan bersama kekasih. karna cinta itu tidak hanya pada satu tujuan (Red: Kekasih), tapi ada cinta untuk yang Maha Pengasih, orang tua, keluarga, sahabat, bahkan sesama.

Perlu kamu sadari, bahkan kamu garis bawahi bahwa  CINTA tidak seperti DONGENG yang selalu berakhir bahagia.

open recent update : "gue akan buat lo menyesal setelah mudahnya lo meninggalkan gue, setelah banyak     kenangan yang kita buat selama ini"

open status whatsapp : "tega..kamu tegaa.. padahal aku udah sayang dan serius banget sama kamu"

open timeline : "tft sayangkuuuuu, makasi udah buat aku bahagia hari ini, besok-besok lagi yah (emot cium peluk)"

open beranda : "Fck, cewek macam ape loh, kegatelan, main embat-embat cowok orang, gak laku ye? makanya cowok gue lo makan juga!"

persepsi cinta kini telah membabi buta, menunggalkan yang seharusnya jamak, mengecilkan yang seharusnya besar. open minded. masih banyak kebahagiaan-kebahagiaan lain yang lebih manusiawi untuk dishare, dipublikasikan. bukan semacam kata-kata kotor, kata-kata manja yang belum waktu. separah itukah kalian (kita) dinina bobokan oleh cinta menunggal itu.
pacar kasih bunga, kamu publikasikan, pacar rela jemput hujan-hujanan kamu share, pacar kasih kejutan berkali-kali kamu umbar. tapiiiiiiii, ibu sendiri mencium kamu (kita) sebelum berangkat aktivitas toh malah kamu anggap itu hanya hal biasa, kaku, alot. padahal bukankah itu sesuatu yang luar biasa? didalam kecupannya itu terselip banyak kasih sayangnya.


Selasa, 15 Januari 2013

BELUM ADA JUDUL

And Kal, thank you for all the adventure that you gave for me. for all the beautiful memory that you made. i'll never regret all the moment that i spent with you. i will never forget you. My Kailendra.

HALTE BUS

Sesuai janji, petang ini aku akan meleburkan rinduku dipundaknya. Saling mengadu tentang kisah yang 4tahun tidak sempat kita lunakkan bersama. Mungkinkah pengaduan kita sama seperti saat 4tahun sebelumnya. Tidaklah kau menjadi kaku dan dingin. Tidaklah kau menjadi sesuatu yang begitu sulit untuk ku mengerti. Akankah sama seperti sebelumnya atau akankah beda seperti yang tidak aku idam-idamkan. Well.. lupakan pesimis itu. Yang pasti aku akan menunggu kedatanganmu dihalte bus yang 4tahun lalu sudah ku rencanakan untuk menanti kedatanganmu lagi disini.
Begitu berdegupnya jantungku ketika 2 jam lagi petang tiba. Dan aku harus disuguhkan rasa terburu-buru ketika macetnya Ibu Kota yang  tak terbantahkan. Aku tak boleh mengecewakanmu lagi walau hanya sekedar telat datang untuk menjemputmu. Sekalipun aku harus menyalip kendaraan lain dengan tindak yang ceroboh, aku lebih memilih cara itu daripada aku harus membuatmu menunggu begitu lama. 5 menit bagiku itu terlampau lama untuk membiarkanmu sendiri. Apalagi hanya untuk menunggu , menungguku lagi dan lagi..
Menunggu.. menunggu mungkin yang selalu mengingatkanmu padaku. Hanya itu dan karna itu. Cukup sudah aku menyesali kebimbangan yang terus menuntutku. Cukup sudah kala itu aku membiarkan hatimu menggantung dihatiku cukup lama. Berkat kelemahan perasaanku, berkat kebimbangan yang terus menodongku. Sampai-sampai aku rela membiarkanmu diam  diantara kosa kata abstrak dan absurd. Aku tak mau lagi menjadi aku yang dahulu kau tunggu-tunggu. Menantiku hanya untuk meminta kejelasan yang selama ini benar-benar tidak jelas. Dan berakhir luka..
“Hai??” dengan gontai tanganku meraih bahunya.
Dari lubuk ingin sekali rasanya aku memelukmu kailendra, sama seperti  4tahun lalu waktu aku mengantarkan kepergianmu. Walau hari itu aku memelukmu demi mengantarmu pergi jauh dari yang selama ini kita dekat. Tapi suasana waktu itu mampu menghanyutkanku dalam perasaan yang sendu dan syahdu. Berada dalam dua lentera perasaan dimana aku menangis tersedu karna kau akan pergi jauh dariku sekaligus aku menangis haru karna kau pergi untuk membumbung asa dan harapan yang selama ini kau ikat dalam hatimu. Suasana hari ini tak sama seperti hari itu. Pesimisku mewujudkan kekokohannya. Sikap dingin, kaku, dan berbeda yang tengah melingkari keberadaan kita. Kau seperti orang yang baru ku kenal. dan aku seperti orang yang ingin sekali mengenalmu.

"semuanya berbeda, lupakan perasaanmu, aku bukan yang dulu kau kenal, aku bukan yang dulu selalu menjagamu, aku bukan yang dulu selalu mengajak kau menikmati malam, aku bukan kau yang dulu sering menunggumu, terpenting menunggu jawabanmu atas perasaanku" 

bibirku bergetar, sekujur otot di kakiku melemas, tanganku mengepal sekeras-kerasnya, mataku mulai dibanjiri air yang mengalir hangat dipipi, sekuat tenaga ku tahan tangisan ini. tapi hatiku seperti dihujam pisau yang bermata begitu tajam, tega sekali kau mengatakan itu tanpa berkedip sekalipun, tega sekali kau mengatakan sesuatu yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya, belum sempat ku mengatakan sesuatu atas rinduku, belum sempat aku menghamburkan badanku dipelukanmu. dengan tenang kau berbicara kejam itu pada perempuan yang telah setia 4 tahun menunggu kedatanganmu"

Lalu bagaimanakah cerita selanjutnya? Akankah mereka terus bersama dalam ketergantungan hati yang tak kunjung jelas? Ataukah kebahagiaan mendatanginya?
Tunggu kisah selanjutnya  ditahun (Kapan-kapan) .. coming soon .. novel by : Tetes Embun Pagi ... Author of Trapped  in the Rainy .. xoxo

Selasa, 08 Januari 2013

Menggenggam Mimpi

KITA pasti punya mimpi. Namun, terkadang impian itu disandarkan kepada orang lain, kepada harapan dan keinginan orang lain. Kita tidak tau seberapa besar impian itu bermakna, karena terlalu sibuk mengejarnya. Setelah impian itu terwujud di hadapan, baru kita bimbang, apa benar itu yang ingin kita genggam.

think! kejadian ini terlalu simple bahkan sangat-sangatlah simple. cuma masalah persoalan flat shoes. yang semestinya gak perlu mengintai pikiran gue terus menerus dan menodong hasrat gue untuk membelinya. sayang.. kala itu gue masihlah menjadi pelajar kere. duit pas-pasan. paling kalaupun ada simpanan yang layak digunakan ya hanya untuk berbuku-buku fotocopyan ataupun uang kas yang tak kunjung usai. pftt.. sungguh sangatlah miris menjadi pelajar macam ini, banyak mau namun dolar-dolar itu malah terbang menjauh. mungkin Allah lebih memilih memberi apa yang gue butuhkan daripada apa yang gue inginkan. YES, WHAT I WANT VS WHAT I NEED. tapi sih ya sebenarnya lebih memukau THIS IS WHAT I WANT ... AND WHAT I NEED.

Minggu, 09 Desember 2012

Photos









Yusuf Family's

Streng Quotes

"Njirrrrr, bokap macam apa lo, ngeselin"
"Sayang bebykuhh, selaluuu, always in my heart ya (pake emot peluk)"
"Ya Allah, kuatkan aku untuk menjalani kesedihan ini"

thats true.beberapa kutipan so bad, so ugly, so carmuk diatas itu sering banget gue jumpain via twitter. penting? wajar? bagus? pingin banget dilirik? atauuuu ?? cuma mau nambah-nambahin jumlah updatean. heloooooowww.. ini tuh keputusan yang salah. keputusan yang salah dalam mengungkapkan isi hati. bad! bangkit! gak seharusnya kamu berkicau menggunakan kata-kata kasar. gak seharusnya menjelekkan keluarga sendiri didepan khalayak umum. sekalipun itu orang tua kamu sendiri. bagaimana kalau dia membacanya ? bagaimana kalau dia tau dan dia sakit hati lalu ... *trenggggg berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. skip!
sepantasnyakah memuja-muja berlebihan sang pacar didepan khalayak umum ? fix, beberapa orang mungkin ada yang masa bodo, tapiii ada juga loh yang kritis, ilfeel dan perasaan jijik lainnya. semisal, GUE. gue adalah orang yang paling ikut turut memperhatikan timeline. reflex mempekerjakan perasaan, menerjemahkan watak seseorang melalui updatetannya. dan mungkin bukan hanya gue.. banyak yang lainnya..
dan next .. berdoa sama Allah via twitter. Oh, udah masuk jaman serba canggih. sekarang berdoa udah ada perantaranya, yaitu ini dia (Twitter)(Facebook)(Blackberry). tapi yaampun. inituh salahhhh, salah banget. dan gue juga pernah melakukan kesalahan semacam ini. aaaaaaaaaaaaa. sadar nad sadar.

dan yaaaa.. dulu waktu pertama kali punya twitter. kiranya juni 2010. sepi-sepoy. adem. tentram. gak ada updatean darimanapun yang bikin hati keki. bikin jiwa rasanya mau ke dapur trus ambil garpu abis itu garuk-garuk tanah. bedanya sama sekarang ? banyak makan hati. updatean isi hati teman yang menyindir walau itu entah sindiran untuk siapa. ex : "JustWakeUp" lanjut "Laperrrrrr" Lanjut "Kenyang, alhamdulillah". Ya Allah, betapa gak pentingnya ini. jelas sudah/\ twitter berubah fungsi. yang tadinya bisa untuk lahan bisnis, kerja, komunikasi semestinya. sekarang cuma jadi tempat dimana spammer-spammer bernanung dan berlalu-lalang. gue sadar kok! sadar kadang juga suka jadi spammer. tapi gak kaya kamu yang satu itu. rasanyaaaaaa mau unfollow. tapiiii mute aja deh. so soryy. makan hati sist!


SENIN

Hai Senin. this is crazy day. this is cruel day. this is lazy day. mungkin ini hanya bagi sebagian orang. orang yang gak pernah sadar bahwa sebenarnya hari senin itu adalah hari yang indah dan penuh dengan semangat. tiap pagi, khususnya hari senin. entah itu di timeline twitter, pm blackberry, pm whatsapp, dan bahkan beranda facebook pasti gue nemuin yang namanya keluhan-keluhan aneh mengenai hari senin. entah! apa mungkin karna salah satu profokator yang gak suka dengan adanya hari Senin dan bikin yang lainnya ikut tercemar atau memang mereka merasakan juga hal yang sama. well, gimana kalian bisa kenal selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu ? kalau kalian gak mengenal Senin ? bagaimana kalian bisa menjalani hari selasa, rabu, kamis, kalau kalian gak mau merasakan hari Senin ? dan kenapa harus Senin yang kalian keluhkan ? oh. coba kalau Senin itu berganti nama menjadi Ninse, atau Insen, atau yang lain ? apa kalian akan tetap mengeluh-eluhkannya ? gini! hidup itu memang berat. seberat yang kalian eluh-eluhkan. namun kalau menjalankannya dengan penuh keikhlasan, cinta, enjoy. berat itu mungkin sama dengan hilang. berkurang.
ex : (GUE)
gue! gue adalah orang yang pernah (juga) mengeluh-eluhkan hari senin. kalo mengingat-ingat senin itu pasti ingat juga sama lagunya "I Don't Like Mondays" dari Bob Geldof & The Boomtown Rats. but ... ada seseorang yang dengan senyum dan sindirannya mampu hipnotis gue untuk mengubah paradigma menjengkelkan tentang hari senin. senin itu suram. senin itu perantara yang cukup makan waktu dan membosankan untuk mengantarkan kita menuju hari minggu. senin itu kerjaan bertumpuk-tumpuk. senin itu guru-guru tega ngasih tugas tanpa hati. senin itu bikin seragam kerja, seragam sekolah bau asap karna lama dijalan akibat macet. senin itu BURUK! ini menurut kalian kan? dan menurut gue waktu itu.
yap cukup sudah gue bergelut dengan keluhan-keluhan aneh mengenai senin. cukup sudah gue menimbun banyak cercaan kepada hari senin. dan sekarang yang patut dicerca keanehan-keanehan itu sendiri adalah KITA! balik tanya >> kenapa sih kita benci hari senin ? kenapa sih tiap bangun pagi dan menyadari bahwa hari ini adalah hari senin seketika *Plekkk lemas nian. buru-buru liat hp. buka twitter dan ngequotes "This Is Mon(Ster)Day" ganti PM blackberry buru-buru diganti "Hoammm, senin yang memalaskan" dsbg.. penting gak tuh? enggak kan! kenapa sih kita kurang semangat dengan yang namanya hari Senin ? ada masalah sama hari senin ? memangnya masalah hanya datang pada hari Senin ? kok, kayaknya kita benci banget sih sama hari Senin ? fix, ada yang salah sama sebagian otak kita, yang merangsang secara reflex untuk mensugestikan bahwa hari senin itu adalah hari yang suram. itu semua salah! coba kita alihin, Senin itu indah, senin itu penyemangat awal pekan. penyemangat kita untuk diantarkannya lagi menuju akhir pekan. rencana indah apa di akhir pekan? mungkin, disaat senin tiba dan hari sebelumnya (Minggu) kalian punya "a little quality time" yang menyenangkan bareng temen, keluarga, bahkan pacar bisa kalian gunakan untuk mengalihkan timbunan kebencian tentang Senin itu dengan mengingat-ingat moment dihari sebelumnya. hari yang indah bersama keluarga, pacar, teman. hari yang menggugah semangat. bisa dialihkan ke lain hal lagi dan coba pikir sendiri. dan justru yang gak punya "a little qualilty time" itu don' be sad. pikir saja! mungkin belum waktunya.
tiada bedanya antara Senin dan Minggu atau bahkan hari lainnya. sama-sama hari, sama-sama waktu yang dikasih Tuhan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya, sebaik-baiknya. bukan untuk mengeluh, tapi untuk bekerja .. bekerja mengerjakan tugas kantor, tugas sekolah, tugas rumah, bahkan tugas dari Yang Maha Kuasa. Solatt .. Mengaji .. dan membaca asma-asmanya.. bukankah hal seperti ini juga termasuk dalam mengerjakan sesuatu (bekerja) ? well, come on. hidup adalah pilihan. kalo kata Inggrisnya "Life is Choice" bagaimana kita memilih dan memaksimalkan hidup sesuai jalur dan proporsinya. kalau kita dikasih tugas sama Pak Guru atau Ibu Guru. don't complain. bukankah sebagai pelajar tugas kita gak lepas dari itu semua. kalau gak mau dikasih tugas ? gak usah sekolah! kalau gak sekolah ? gak punya ilmu! kalau gak punya ilmu? kita hidup dalam kesia-siaan. begitu juga untuk yang bekerja.
I Love Monday. berkat monday aku paham., berkat monday aku mengerti.