Aku menyeka sudut mata
yang berair. Oh tidak melamun panjang membuat kedua mataku tidak berkedip. Tertusuk
rintik hujan deras begitu menyakitkan tubuh dan perasaan ini. Di bawah tempat
yang mengingatkanku pada sebuah kenangan manis aku terdiam, mendekap tubuh, dan
berharap bahwa kenangan manis itu akan terulang lagi, disini, ditempat aku
berdiri. disinilah dulu jantungku
berdetak begitu cepat saat dia melindungiku dari hujan kejam yang turun waktu
itu. Disinilah aku merasa setidaknya dia peduli terhadapku dan membuatku tak
mau lepas dari kenyamanan berada didekatnya.
Ya Tuhan! Tidak, lihatlah
dia begitu peduli terhadapku, merelakan tubuhnya kedinginan demi melindungiku
agar tidak merasa kedinginan sepertiku. Hatiku bertanya “apakah seorang teman
biasa bisa melindungi temannya dari hujan deras layaknya seorang kekasih ?
apakah perlakuan ini tidak hanya berlaku untuk seorang kekasih terhadap
kekasihnya, tetapi juga berlaku untuk seorang teman biasa?” aaah entahlah.
Saat itu aku menghela
nafas panjang saat aku merasakan bahwa tangannya menyentuhku. Tidak hanya
menyentuh bahkan menggenggam. Perasaanku tertutupi oleh detak jantung yang
berirama begitu cepat.udahh ah selanjutnya praifesi (Privasi)
kenapa nama blog nya tetes embun pagi ? :)
BalasHapuskarna sangat berarti buat saya
BalasHapus