Minggu, 22 April 2012

ketika sebuah cerita berawal


Aku menyeka sudut mata yang berair. Oh tidak melamun panjang membuat kedua mataku tidak berkedip. Tertusuk rintik hujan deras begitu menyakitkan tubuh dan perasaan ini. Di bawah tempat yang mengingatkanku pada sebuah kenangan manis aku terdiam, mendekap tubuh, dan berharap bahwa kenangan manis itu akan terulang lagi, disini, ditempat aku berdiri. disinilah dulu  jantungku berdetak begitu cepat saat dia melindungiku dari hujan kejam yang turun waktu itu. Disinilah aku merasa setidaknya dia peduli terhadapku dan membuatku tak mau lepas dari kenyamanan berada didekatnya.
Ya Tuhan! Tidak, lihatlah dia begitu peduli terhadapku, merelakan tubuhnya kedinginan demi melindungiku agar tidak merasa kedinginan sepertiku. Hatiku bertanya “apakah seorang teman biasa bisa melindungi temannya dari hujan deras layaknya seorang kekasih ? apakah perlakuan ini tidak hanya berlaku untuk seorang kekasih terhadap kekasihnya, tetapi juga berlaku untuk seorang teman biasa?” aaah entahlah.
Saat itu aku menghela nafas panjang saat aku merasakan bahwa tangannya menyentuhku. Tidak hanya menyentuh bahkan menggenggam. Perasaanku tertutupi oleh detak jantung yang berirama begitu cepat.udahh ah selanjutnya praifesi (Privasi)

2 komentar: