tiba-tiba aku merindukan diriku. diriku yang dulu. waktu aku masih kecil. yang tiap menjelang sore mengetuk pintu rumah temanku untuk mengajaknya bermain. bermain tanpa beban. bermain tanpa perlu merangkul pilu. hehe seketika aku mengernyit kecil, tertawa, lalu merasa sedikit risih mengingat-ingat diriku dulu. dekil, kumel, kerjaannya main panas-panasan. ikut mancing ikan sama ayah disungai, tangkep-tangkep belalang terus patah-patahin sayapnya supaya mereka gak bisa terbang, main berani-beranian megang ulat bulu, panjat-panjat pohon jambu kelutuk yang sempat tumbang waktu aku dan keempat temanku taikin. bersepedah entah kemana sampai-sampai maghrib belum pulang terus ayah dan mamah bingung nyari aku dimana, kalau makan maunya disawah, gamau pake piring maunya pake daun pisang, nasi kepel maksudnya hehe. terus udah gitu pernah ngerengek minta bikinin gubuk-gubukan disawah, sampai-sampai pas udah dibikinin aku mainnya disawah mulu, dan lupa kalau sebenarnya aku punya rumah yang lebih layak untuk ditinggali. naik getek buatan mang Agus (Papahnya temanku) , kumpulin peluru pistol mainan buat dijual lagi ke teman-teman, main masak-masakan, cabut tanaman singkong pak Dadang buat diambil umbinya terus dibakar bareng sama teman-teman dan dimakan tanpa rasa bersalah dan menyesal. petik buah pepaya si Kakek buat dijadiin rujakan jadi-jadian, ikut ngangon kambingnya Pak Kumis sambil ngumpulin kotoran-kotorannya buat dijadiin pupuk tanamannya si mamah, nyebur-nyebur disawah yang sampai-sampai bikin kaki aku berdarah karna menginjak rumah si keong, duhh sakitnya. timpukin pohon kecapi yang buahnya susah dipetik (saking pinginnya), nyoret-nyoret aspal buat mainan BT, main karet, main buaya-buayaan, petak umpet, kasti, polisi-polisian. suka ikut-ikutan main layang-layang di sawah, yang kalau gak dikasih sama ayah pasti mewek, mewek dengan wajah yang terlihat gigi ompongnya.dan masih banyak lagi kekurangkerjaanku waktu kecil dulu. hampir gak pernah aku bermain di dalam rumah, pernah! tapi cuma sekedar main monopoli, catur, bola bekel, boneka-bonekaan, ibu-ibuan dan atau yang paling sering cium-ciumin adik kecil temanku, yang super lucu dan gembul. aku malu, sumpah aku malu. tapi itulah masa kecil, masa yang bisa dibilang belum memahami arti kedewasaan. masa yang lagi super-dupernya membumbungkan sifat egois.
tapi kenapa ya? walaupun begitu aku senang, aku merasa bebas menelurkan keinginanku, bermain tapi seakan merentangkan tangan menikmati liuk-liuk dan semilir angin lalu meleburkannya dengan puas. rasanya seperti saat sesak nafas lalu dinebulisasi dan taraaaaa !LEGAAAAA! itulah sepotong masa kecilku. masa-masa yang gak disangka sudah aku lewati sekitar beberapa tahun silam. masa yang gak akan pernah putar balik, gak akan pernah bisa ke upgrade.
aku sangat merasa beruntung pernah merasakan masa kecil dengan baik, dengan kenormalan tubuhku karna diwaktu bersamaan banyak mereka yang tidak bisa merasakan hal yang sama denganku (karna memang jalan hidup setiap insan sejak kecil hingga dewasa pastinya berbeda) kelengkapan keluargaku, kelengkapan teman-temanku, didukung lingkungan yang sangat damai, penuh pepohonan, penuh sawah-sawah yang terbentang luas (maklumlah ya namanya juga kampung) dan mungkin kini aku sangat kehilangan, bukan hanya kehilangan masa kecilku, tapi juga keasrian lingkunganku, lingkungan yang dulu banyak lapak tanah kosong untuk bisa dijadikan landasan bermain, tapi kini ? sudah penuh dengan petakan-petakan rumah besar, tanah sudah tertutup aspal, peluran teras rumah orang, lalu pohon-pohon hanya tinggal menyisakan bayangan, sawah yang dulu jadi tempat bermain kini menjadi tempat angker yang diselubungi hewan-hewan melata liar, tak ku lihat lagi wajah kampungku yang dulu, semua berubah, tak lagi menjadi damai, asri, teduh dan nyaman untuk didiami, melainkan PANAS! riuh, dan penuh POLUSI! bye-bye my story uniquiness, aku merindukanmu, aku tak pernah berharap agar kau kembali, karna itu tidak mungkin, yang aku harapkan adalah "kembalilah wajah lingkunganku yang dulu" agar anak-anak yang baru terlahir kini bisa merasakan kenikmatan yang pernah aku rasakan dulu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar